Semangat Pewartaan Menggema di Paya Kumang: 30 Anak dan Remaja Dipersiapkan Menyambut Rahmat Tuhan

 

Foto RP. Vitalis Nggeal, CP,Memberikan Pembekalan

Semangat Pewartaan Menggema di Paya Kumang: 30 Anak dan Remaja Dipersiapkan Menyambut Rahmat Tuhan

Ketapang, 22 Februari 2026.Sukacita dan semangat pelayanan terasa begitu kuat di lingkungan Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, wilayah pastoral Keuskupan Ketapang, pada Minggu pagi, 22 Februari 2026. Kegiatan yang diprakarsai oleh Bidang Pewartaan ini berlangsung setelah perayaan Ekaristi Minggu dan dimulai tepat pukul 08.45 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan dipimpin dan dikoordinasikan oleh Ketua Bidang Pewartaan, Bapak Hendrikus Hendri, S.S., bersama tim pendamping yang telah dipersiapkan secara khusus.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan iman umat, khususnya bagi anak-anak calon penerima Komuni Pertama dan para calon katekumen yang sedang mempersiapkan diri untuk menerima Sakramen Baptis. Sebanyak 25 anak calon Komuni Pertama dan 5 calon katekumen dari berbagai lingkungan mengikuti pembekalan dan pertemuan perdana mereka dengan penuh antusias.

Pastor Kepala Paroki, RP. Vitalis Nggeal, CP, dalam arahannya menegaskan bahwa kegiatan pembekalan ini bukanlah sekadar agenda rutin atau persyaratan administratif, melainkan momen rohani yang mendalam. “Ini adalah saat di mana anak-anak dan para calon katekumen dipersiapkan untuk sungguh-sungguh memahami kasih Tuhan yang nyata dalam sakramen-sakramen Gereja,” ujarnya.

















Dua Agenda Besar Bidang Pewartaan

Setelah Misa Minggu, umat yang terlibat langsung bergerak menuju lokasi kegiatan masing-masing. Dua agenda utama dilaksanakan secara paralel, yakni:

  1. Pertemuan Orang Tua dan Calon Komuni Pertama bersama Tim Pendamping di Gereja.

  2. Pertemuan Calon Katekumen bersama Tim Pendamping di Gedung Paroki “Pst. Jeroen Stoop, CP”.

Kedua kegiatan ini dirancang untuk menanamkan pemahaman iman yang mendalam, sekaligus membangun relasi yang erat antara peserta, keluarga, dan Gereja sebagai komunitas.

Data Calon Katekumen: Lima Jiwa Menuju Baptisan

Pada pertemuan calon katekumen, tercatat lima orang yang berasal dari beberapa lingkungan di paroki. Rinciannya sebagai berikut:

  1. Lingkungan Kanak-kanak Yesus: 3 orang

  2. Lingkungan St. Vinsensius Maria Strambi: 1 orang

  3. Lingkungan St. Gabriel Possenti: 1 orang

Jumlah keseluruhan: 5 orang.

Pertemuan di Gedung Paroki “Pst. Jeroen Stoop, CP” berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan. Para calon katekumen diajak untuk memahami dasar-dasar iman Katolik, makna pertobatan, serta panggilan untuk hidup sebagai murid Kristus.

Tim pendamping menekankan bahwa menjadi katekumen berarti memasuki perjalanan baru perjalanan yang menuntut kesungguhan hati, kerendahan diri, dan kerinduan untuk mengenal Yesus secara pribadi.

25 Anak Bersiap Menyambut Komuni Pertama

Sementara itu, di dalam gereja, suasana dipenuhi wajah-wajah ceria anak-anak yang akan menerima Komuni Pertama. Total terdapat 25 anak yang berasal dari sepuluh lingkungan berbeda:

  1. St. Philipus: 3 orang

  2. SP Maria: 2 orang

  3. St. Yosef: 2 orang

  4. St. Gabriel Possenti: 3 orang

  5. St. Paulus dari Salib: 5 orang

  6. St. Rafael: 1 orang

  7. St. Simon: 1 orang

  8. Kanak-kanak Yesus: 5 orang

  9. St. Lusia: 1 orang

  10. St. Sesilia: 2 orang

Jumlah keseluruhan: 25 orang.

Pertemuan ini juga melibatkan para orang tua sebagai bagian integral dalam proses pembinaan iman anak. Kehadiran orang tua menjadi simbol bahwa pendidikan iman tidak hanya menjadi tanggung jawab Gereja, tetapi juga keluarga sebagai “Gereja rumah tangga”.

Tema Pembekalan: “Anda Berharga di Mata Tuhan dan Gereja”

Dalam pembekalan perdana ini, Pastor Kepala Paroki mengangkat tema yang menyentuh hati:

“Anda Berharga di Mata Tuhan dan Gereja.”

Tema ini dibagi ke dalam dua pokok besar: identitas diri di hadapan Tuhan dan panggilan iman di dalam Gereja.

1. Anda Berharga di Mata Tuhan (Identitas Diri)

Pastor Vitalis menjelaskan bahwa setiap anak yang akan menerima Komuni Pertama harus memahami satu kebenaran dasar: mereka dikasihi Allah secara personal.

Kasih Allah yang Personal

Anak-anak diajak menyadari bahwa Tuhan Yesus mengenal mereka satu per satu. Komuni Pertama bukan sekadar perayaan seremonial dengan pakaian putih dan pesta keluarga, tetapi tanda nyata bahwa Yesus ingin bersatu dengan mereka secara istimewa melalui Ekaristi.

“Ketika kalian menerima Tubuh Kristus, itu berarti Yesus datang dan tinggal dalam hati kalian,” ujar Pastor dengan lembut.

Hati yang Siap

Seperti Bunda Maria yang menyiapkan hati untuk menerima kehendak Allah, anak-anak pun diajak menyiapkan hati yang bersih dan murni. Mereka perlu mempersiapkan diri melalui doa, mengikuti Misa dengan setia, serta menerima Sakramen Tobat sebelum hari Komuni Pertama.

Berharga Berarti Dipersiapkan

Karena mereka berharga, Gereja mempersiapkan mereka dengan sungguh-sungguh. Katekese dan pembekalan bukanlah beban, melainkan tanda kasih. Anak-anak tidak hanya “ikut-ikutan” teman, tetapi memahami apa yang mereka terima.

2. Anda Berharga di Mata Gereja (Panggilan Iman)

Selain berharga di mata Tuhan, anak-anak juga berharga dalam komunitas Gereja.

Bagian dari Komunitas

Melalui Komuni Pertama, mereka resmi mengambil bagian penuh dalam meja Ekaristi. Mereka bukan lagi sekadar penonton, tetapi peserta aktif dalam perayaan iman.

Tanda Kedewasaan Iman

Komuni Pertama menjadi langkah awal menuju iman yang semakin dewasa. Anak-anak mulai belajar bertanggung jawab atas hubungan pribadi mereka dengan Tuhan.

Pentingnya Sakramen Ekaristi

Gereja membekali mereka dengan ajaran bahwa Roti dan Anggur yang dikuduskan sungguh-sungguh adalah Tubuh dan Darah Kristus. Ini bukan simbol biasa, melainkan misteri iman yang agung.

Mengapa Harus Sungguh-sungguh Mengikuti Pertemuan?

Tim pendamping menegaskan pentingnya mengikuti seluruh rangkaian pembekalan.

Memahami Makna, Bukan Sekadar Seremonial

Pembekalan membantu anak memahami arti Komuni Pertama sebagai perjumpaan transformatif dengan Kristus.

Persiapan Batin dan Tata Cara

Anak-anak diajarkan cara menerima komuni dengan hormat baik di tangan maupun di lidah serta pentingnya puasa sebelum menerima Ekaristi.

Membangun Relasi dengan Yesus

Pertemuan menjadi kesempatan memperdalam relasi dengan Yesus sebagai sahabat sejati yang ingin hadir dalam hidup mereka.

Peran Orang Tua: Pilar Pendidikan Iman

Dalam sesi khusus bersama orang tua, ditegaskan bahwa pendidikan iman pertama dan utama berasal dari keluarga. Orang tua diharapkan:

Menjadi teladan dalam doa dan kehidupan sakramental.

Mengantar anak mengikuti Misa secara rutin.

Mendorong anak untuk aktif dalam kegiatan Gereja.

Ketua Bidang Pewartaan, Bapak Hendrikus Hendri, S.S., menyampaikan bahwa keberhasilan pembinaan iman anak sangat bergantung pada sinergi antara keluarga dan Gereja.

Semangat Katekumen: Awal Perjalanan Baru

Bagi lima calon katekumen, pertemuan hari ini menjadi langkah awal perjalanan menuju Baptisan. Mereka diajak memahami makna pertobatan dan komitmen untuk hidup sesuai ajaran Kristus.

Tim pendamping menegaskan bahwa proses ini membutuhkan kesetiaan dan kerinduan untuk terus belajar.

Pesan Pastor Kepala Paroki

Menutup rangkaian kegiatan, Pastor Vitalis menyampaikan pesan menyentuh kepada seluruh peserta, khususnya anak-anak calon Komuni Pertama:

“Anak-anakku, bersiaplah dengan hati gembira. Kalian sangat berharga. Yesus tidak sabar untuk menyapa dan tinggal dalam hati kalian. Ikutilah setiap pertemuan dengan tekun, karena ini adalah tanda kasih Tuhan kepada kalian.”

Pesan tersebut disambut tepuk tangan hangat dari umat yang hadir.

Gereja yang Bertumbuh

Kegiatan Bidang Pewartaan ini menjadi bukti bahwa Paroki Santo Agustinus Paya Kumang terus bertumbuh dalam iman dan pelayanan. Dengan total 30 jiwa yang dipersiapkan 25 calon Komuni Pertama dan 5 calon katekumen Gereja lokal menunjukkan komitmennya dalam membina generasi penerus iman.

Semangat kebersamaan, keterlibatan orang tua, dedikasi tim pendamping, serta kepemimpinan pastor paroki menjadi fondasi kuat bagi perkembangan kehidupan rohani umat.

Di tengah dinamika kehidupan modern, Gereja tetap hadir sebagai rumah yang memelihara iman, menumbuhkan harapan, dan meneguhkan kasih.

Minggu pagi itu, di Paya Kumang, bukan sekadar pertemuan biasa yang terjadi. Yang hadir adalah sukacita, harapan, dan keyakinan bahwa setiap anak dan setiap jiwa sungguh berharga di mata Tuhan dan Gereja.

📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal: 22 Februari 2026


About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar